Pengaruh MEA Terhadap Ketenagakerjaan di Indonesia

Standard

I. Pendahuluan

Pertumbuhan ekonomi suatu negara merupakan hal yang sangat penting untuk dicapai karena setiap negara menginginkan adanya proses perubahan perekonomian yang lebih baik dan pertumbuhan ekonomi akan menjadi indikator keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu faktor sumber daya manusia, faktor sumber daya alam, faktor ilmu pengetahuan dan teknologi, faktor  budaya, dan faktor daya modal.

Indonesia belum dapat memaksimalkan kelima faktor tersebut walaupun tercatat sebagai negara pemilik sumber daya alam paling berlimpah dan jumlah penduduk paling banyak di antara negara-negara di Asia Tenggara, yakni sekitar 250 juta orang atau 40 persen dari total penduduk ASEAN.

Hal tersebut menjadi alasan Indonesia untuk membentuk ASEAN Economic Community (AEC) 2015 atau lebih dikenal dengan istilah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 bersama sembilan negara anggota ASEAN lainnya.

MEA – Masyarakat Ekonomi ASEAN – adalah pola integrasi ekonomi ASEAN (Association of South East Asian Nation) di mana adanya perdagangan bebas (free trade) antar negara-negara anggota ASEAN yang telah disepakati bersama untuk mengubah ASEAN menjadi kawasan yang stabil, makmur, dan sangat kompetitif. MEA merupakan realisasi tujuan akhir dari integrasi ekonomi yang tercantum dalam Visi ASEAN 2020 yang tercetus dalam KTT ke-2 ASEAN tahun 1997.

Dengan dimulainya MEA maka seluruh negara anggota ASEAN harus meleburkan batas teritori masing-masing negara dalam sebuah pasar bebas, tak terkecuali Indonesia. Terdapat lima hal yang tidak boleh dibatasi peredarannya yaitu, arus barang, arus jasa, arus modal, arus investasi dan arus tenaga kerja terdidik/profesional.

 II. Isi

Tenaga kerja mencakup penduduk yang sudah atau sedang bekerja, yang sedang Continue reading

Advertisements

Alur Ilustrasi Majestyk Bakery & Cake Shop

Standard

Pemeran:

  1. Atika Heni P. (21216178) sebagai pelayan 1
  2. Hastika Aulia F. (27216973) sebagai kasir
  3. Lidia Oktaviani (24216042) sebagai pelayan 2
  4. Putri Estiningrum (25216850) sebagai pelanggan 1
  5. Tia Aryani (27216373) sebagai pelanggan 2
  6. Widi Fadila W.P. (27216625) sebagai pelanggan 3

Alur ilustrasi:

Pada suatu hari di Toko Roti dan Kue, Majestyk, datanglah 3 pelanggan yang ingin membeli roti. Kedatangan ketiga pelanggan tersebut disambut oleh seorang pelayan di pintu masuk dengan senyuman yang ramah sambil mengatakan ”Selamat datang di Majestyk! Selamat belanja!”. Ketiga pelanggan tersebut merespon dengan senyum.

Sesampainya di meja tempat roti-roti dijual, para pelanggan mulai memilih-milih roti. Sayang, roti yang diinginkan pelanggan tidak tersedia di display. Tidak lama kemudian, datang seorang pelayan yang menawarkan bantuan. Mereka menanyakan ketersediaan roti yang mereka inginkan. Pelayan tersebut kemudian pergi untuk mencari roti yang diinginkan pelanggan tersebut. Ternyata, roti yang diinginkan pelanggan tersebut juga tidak ada di dapur. Mereka memutuskan untuk membeli roti yang tersedia di display.

Setelah memilih roti, mereka berjalan menuju kasir sambil membawa roti yang akan mereka beli untuk membayar. Setelah kasir menghitung total pembelian, kasir menawarkan suatu promo yaitu beli 1 pcs roti tawar akan mendapat gratis 1 buah cup cake. Pelanggan tertarik dan memutuskan untuk membeli roti tawar. Kasir memberi kode kepada pelayan untuk mengambil roti tawar dan cup cake.

Setelah pelayan datang membawa roti tawar dan cup cake, kasir kembali menghitung total pembelian mereka. Karena tidak membawa uang tunai, pelanggan membayar menggunakan kartu kredit. Setelah transaksi selesai, kasir memberikan satu kantong plastik berisi roti-roti yang mereka beli dan tidak lupa kasir mengucapkan terima kasih kepada pelanggan tersebut.

Selesai membeli roti, mereka pulang dan kembali disambut oleh pelayan dengan senyum sambil mengatakan “Terima kasih, Kak. Selamat datang kembali!”