Variabel Kerja, Prinsip Pengukuran Kinerja, Pengertian SHU, Informasi Dasar SHU, Rumus, dan Pembagian SHU pada Koperasi

Standard

1. Variabel Kerja Koperasi dan Prinsip Pengukuran Kinerja Koperasi
Variabel Kinerja Koperasi
Secara  umum,   variabel  kinerja  koperasi digunakan untuk  melihat  perkembangan/pertumbuhan koperasi di Indonesia yang terdiri  dari atas:

  • Kelembagaan (jumlah  koperasi tiap provinsi, jumlah  koperasi tiap jenis/kelompok  koperasi, serta jumlah  koperasi  aktif  dan  nonaktif)
  • Keanggotaan
  • Volume usaha
  • Permodalan
  • Asset
  • Sisa hasil usaha

Variabel-variabel tersebut pada dasarnya belum dapat mencerminkan secara tepat peranan koperasi terhadap pembangunan ekonomi nasional. Demikian pula dampak dari koperasi terhadap peningkatan kesejahteraan anggota atau masyarakat belum tercermin dari variabel-variabel yang disajikan.

Prinsip Pengukuran Kinerja Koperasi
1) Seluruh aktivitas kerja yang signifikan harus diukur.
2) Pekerjaan yang tidak  diukur  atau  dinilai  tidak  dapat  dikelola  karena  darinya  tidak ada informasi yang bersifat obyektif untuk menentukan nilainya.
3) Kerja yang tak diukur sebaiknya diminimalisir atau bahkan ditiadakan.
4) Keluaran kinerja yang diharapkan harus ditetapkan untuk seluruh kerja yang diukur.
5) Hasil keluaran menyediakan dasar untuk menetapkan akuntabilitas hasil alih-alih sekedar mengetahui tingkat usaha.
6) Mendefinisikan  kinerja  dalam  artian  hasil  kerja  semacam  apa yang diinginkan  adalah cara manajer dan pengawas untuk membuat penugasan kerja operasional.
7) Pelaporan kinerja dan analisis variansi harus dilakukan secara periodik.
8) Pelaporan yang kerap  memungkinkan  adanya  tindakan  korektif yang segera  dan tepat waktu.
9) Tindakan korektif yang tepat waktu begitu dibutuhkan  untuk manajemen kendali yang efektif.

2. Pengertian SHU
Menurut UU No 22 Tahun 1992:
1) SHU Koperasi adalah pendapatan koperasi yang didapatkan selama satu tahun buku yang dikurangi dengan biaya-biaya, penyusutan, dan kewajiban lainnnya termasuk di antaranya adalah pajak dalam satu tahun buku yang bersangkutan.
2) SHU setelah dikurangi (disisihkan) untuk dana cadangan, dibagikan kepada anggota sesuai dengan jasa usaha yang sudah dilakukan oleh setiap masing-masing anggota koperasi. Disamping itu digunakan pula untuk keperluan pendidikan koperasi dan kebutuhan koperasi yang lain sesuai dengan rapat anggota koperasi.

3. Informasi Dasar SHU
1) Bagian SHU anggota.
2) Total simpanan seluruh anggota.
3) SHU total pada satu tahun.
4) Omzet para anggotanya.
5) Jumlah simpanan anggota.
6) Bagian SHU transaksi usaha anggotanya.
7) Total keseluruhan trasaksi anggota.
8) Bagian SHU simpanan anggotanya.

4. Rumus SHU
rumus-shu-per-anggota   rumus-shu-per-anggota-dengan-model-matematika

5. Pembagian SHU
Menurut UU No. 25 tahun 1992 Pasal 5 ayat 1: “Pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga berdasarkan perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan”.
Di dalam AD/ART koperasi telah ditentukan pembagian SHU sebagai berikut: Cadangan koperasi 40%, jasa anggota 40%, dana pengurus 5%, dana karyawan 5%, dana pendidikan 5%, dana sosial 5%, dan dana pembangunan lingkungan 5%.
Namun, tidak semua komponen di atas harus diadopsi dalam pembagian SHU. Hal ini tergantung dari keputusan anggota yang ditetapkan dalam rapat anggota.

Setiap anggota koperasi akan menerima SHU koperasi dari dua kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota koperasi itu sendiri.
1) SHU atas jasa modal
Pembagian atas jasa modal ini menunjukkan bahwa anggota koperasi adalah pemilik modal (investor) dikarenakan melalui modalnya (simpanan) digunakan untuk menjalankan kegiatan ekonomi koperasi sampai menghasilkan SHU pada tahun buku yang bersangkutan.
2) SHU atas jasa usaha
Pembagian atas jasa usaha menunjukkan bahwa anggota koperasi adalah sebagai pemilik dan juga sebagai pelanggan atau pemakai usaha koperasi. Jadi dari jasa yang dilakukan oleh setiap anggota terhadap usaha yang ada pada koperasi tersebut akan mendapatkan sisa hasil usaha.

Referensi
http://hadiyantooo.blogspot.co.id/2017/01/kinerja-koperasi-indonesia.html (Diakses pada Rabu, 20 Desember 2017 pukul 19.46 WIB)
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/pengertian-dan-informasi-dasar-sisa-hasil-usaha-shu-2/ (Diakses pada Rabu, 20 Desember 2017 pukul 14.36 WIB)
http://www.akuntansilengkap.com/ekonomi/pengertian-sisa-hasil-usaha/ (Diakses pada Rabu, 20 Desember 2017 pukul 19.20 WIB)
https://yusufprabu.wordpress.com/2014/11/09/sisa-hasil-usaha/ (Diakses pada Senin, 25 Desember 2017 pukul 11.46 WIB)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s