PDB, Pertumbuhan, dan Perubahan Struktur Ekonomi

Standard

Kelompok 1:
Diah Pramasti (21216955)
Fajar Oktavaria (22216562)
Hastika Aulia Firdhausya (27216973)
Rizky Akbar (26216592)
Widi Fadila W.P (27216625)

Kelas: 1EB19

Mata Kuliah: Perekonomian Indonesia#

  1. Jelaskan tentang produk domestik bruto, berikan contoh yang berkaitan dengan PDB!

PDB atau Produk Domestik Bruto dalam bahasa internasional disebut juga GDP atau Gross Domestic Product. Menurut para ahli, PDB dapat diartikan bahwa jumlah produksi baik barang atau jasa yang telah dihasilkan oleh unit produksi di suatu daerah pada saat tertentu. Menurut Gregory Mankiw, pengertian Produk Domestik Bruto terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Seluruh pengeluaran untuk barang jadi dan jasa yang diproduksi dalam negeri,atau
  • Seluruh pendapatan yang dihasilkan oleh seluruh pemilik faktor produksi dalam negeri.

Produk Domestik Bruto (PDB) pada umumnya digunakan sebagai:

  • Indikator baik buruknya perekonomian negara
  • Tolak ukur kesejahteraan masyarakat
  • Bagi para ekonom, ahli statistika, dan wartawan, dapat digunakan sebagai proyeksi pertumbuhan & perkembangan ekonomi
  • Walaupun perhitungan pendapatan nasional bukan merupakan ilmu yang pasti, dapat memberikan informasi kinerja ekonomi serta bagaimana produksi/pendapatan dihasilkan dan pengeluaran dialokasikan
  • Mengukur produktivitas suatu negara

PDB terdiri atas empat komponen, yaitu:

  • Konsumsi Privat (Private Consumption); menghitung konsumsi dari individu atau rumah tangga untuk beberapa jenis barang seperti;
  1. Durable Goods yakni barang yang memiliki yang relatif panjang (lebih dari 3 tahun). Contoh: motor, mobil, elektronik dan lain-lain tapi tidak termasuk untuk pembelian rumah baru.
  2. Non-Durable Goods yakni barang yang langsung dikonsumsi dan habis manfaatnya. Contoh, makanan, minuman, sepatu dan lain-lain.
  3. Service yakni konsumsi untuk jasa. Contoh, jasa dokter.
  • Investasi (Investment); menghitung suatu pengeluaran untuk barang modal. Contoh: pembelian rumah, membangun pabrik baru, program baru dan berbagai jenis investasi lainnya.
  • Pengeluaran Pemerintah (Government Spending); menghitung semua pengeluaran yang Pemerintah lakukan. Contoh: membayar gaji PNS atau pegawai pemerintah, membeli peralatan militer, membangun jalan dan lain-lain.
  • Ekspor Bersih (Net Export); menghitung selisih yang didapat dari Total Ekspor dikurangi Total Impor.

Rumus Mencari PDB

PDB = C + I + G + (X-M)

Keterangan :

  • PDB: Produk Domestik Bruto
  • C : Konsumsi rumah tangga
  • I  : Investasi
  • G : Konsumsi pemerintah
  • X : Ekspor
  • M : Impor

Rumus tersebut menjelaskan bahwa apabila konsumsi bertambah makan akan berpengaruh pada PDB yang akan meningkat pula. Begitu juga dengan Investasi, pengeluaran pemerintah dan ekspor bersih apabila mengalami peningkatan maka jumlah PDB akan meningkat. Hal ini akibat komponen-komponen tersebut berada dalam satu fungsi linier.

Oleh karena itu, setiap negara selalu berusaha untuk meningkatkan konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, dan nilai ekspor bersih. Secara kasar, PDB dapat dijadikan ukuran kesejahteraan ekonomi suatu negara. Namun, ukuran ini tidak terlalu tepat. Karena jika hanya melihat PDB, perhitungan tersebut masih mengabaikan faktor jumlah penduduk. Berikut adalah data pertumbuhan PDB Indonesia 1998 – 2015 secara rata-rata:

pdb

2. Jelaskan pertumbuhan dan perubahan struktur ekonomi di Indonesia!

  • Pertumbuhan ekonomi

Di dalam Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dinyatakan secara ekspilist bahwa pembangunan ekonomi merupakan salah satu bagian penting dari pembangunan nasional dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Walaupun bukan suatu indikator yang bagus, tingkat kesejahteraan masyarakat dilihat dari aspek ekonominya, dapat diukur dengan  penadapatan nasional (PN) perkapita. Untuk dapat meningkatkan pendapatan nasional,  pertumbuhan ekonomi dapat diukur dengan pertumbuhan PDB dan menjadi salah satu target  penting yang harus dicapai dalam pembangunan ekonomi.

  • Konsep dan Cara Penghitungan

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan merupakan kondisi utama atau suatu keharusan bagi kelangsungan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan. Selain dari sisi permintaan (konsumsi), dari sisi penawaran, pertumbuhan penduduk juga membutuhkan pertumbuhan kesempatan kerja (sumber pendapatan).

Pertumbuhan ekonomi tanpa disertai dengan penambahan kesempatan kerja akan mengakibatkan ketimpangan dalam  pembagian dari penambahan pendapatan tersebut (cateris paribus), yang selanjutnya akan mencipatakan suatu kondisi pertumbuhan ekonomi dengan peningkatan kemiskinan.

Ada dua arti pendapatan nasional (PN). Dalam arti sempit pendapatan nasional (PN) adalah pendapatan nasional (PN). Sedangkan dalam arti luas, pendapatan nasional (PN) dapat merujuk ke PDB, atau merujuk ke produk nasional bruto (PNB), atau ke produk nasional netto (PNN). PDB dapat diukur dengan tiga macam pendekatan, yaitu  pendekaan produksi, pendekatan pendapatan, dan pendekatan pengeluaran.

  • Sumber – Sumber Pertumbuhan

a) Pertumbuhan permintaan agregat

Peningkatan bisa terjadi karena Pendapatan Nasional, yang terdiri atas peningkatan permintaan masyarakat (konsumen),  perusahaan, dan pemerintah. Sisi permintaan agregat (penggunaan PDB) terdiri dari 4 komponen yaitu konsumsi rumah tangga, investasi, konsumsi pengeluaran pemerintah, dan ekspor netto

    b) Pertumbuhan penawaran agregat

Pertumbuhan output bisa disebabkan oleh peningkatan volume dari faktor– faktor produksi yang digunakan, seperti tenaga kerja, modal (kapital), tanah; faktor produksi terakhir ini khususnya penting bagi sektor pertanian, dan energi.

  • Teori dan Model Pertumbuhan – Teori Klasik

Dasar pemikiran dari teori klasik adalah pembangunan ekonomi dilandasi oleh sistem liberal, yang mana pertumbuhan ekonomi dipacu oleh semangat untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Beberapa teori klasik tersebut antara lain sebagai berikut :

  1. Teori pertumbuhan Adam Smith:Terdapat tiga faktor penentu proses produksi atau pertumbuhan yaitu SDA, SDM, barang modal.
  2. Teori pertumbuhan David Ricardho: Pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh SDA yang terbatas jumlahnya, dan jumlah penduduk yang menghasilakan jumlah tenaga kerja yang menyesuaikan diri dengan tingkat upah, di atas atau di bawah tingkat upah alamiah.
  3. Teori pertumbuhan Thomas Robert Malthus: Ukuran keberhasilan pembangunan suatu ekonomi adalah kesejahteraan negara, yaitu jika PNB potensialnya meningkat. Sektor yang didominankan adalah  pertanian dan industri.
  4. Teori Marx: Marx membuat lima tahapan pembangunan perkembangan sebuah perekonomian yaitu, perekonomian komunal primitif, perekonomian perbudakan, perekonomian feodal, perekonomian kapitalis , dan perekonomian sosialis. Titik kritis dari teori marx adalah transisi dari perekonomian kapitalis ke perekonomian sosialis.
  5. Teori Neo Keynesian: Keseimbangan pertumbuhan ekonomi jangka panjang melihat pengaruh dari investasi, baik pada  permintaan agregat maupun perluasan kapasitas produksi atau penawaran agregat, yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
  6. Teori Neo Klasik: Didasarkan pada kritik atas kelemahan-kelemahan atau penyempurnaan terhadap pandangan atau asumsi dari teori klasik. Beberapa model neo-klasik antara lain ; a) Model pertumbuhan A.Lewis,  b) Teori pertumbuhan Paul A. Baran, c) Teori ketergantungan neo-kolonial, d) Model pertumbuhan W.W. Rostow, e) Model pertumbuhan Solow.
  7. Teori Modern: Selain faktor– faktor produksi krusial seperti tenaga kerja dan modal, kualitas SDM dan kemajuan teknologi, energi, kewirausahaan, bahan baku dan material juga diperhatikan. Teori ini mementingkan kualitas tenaga kerja dari pada kuantitasnya
  • Perubahan Struktur Ekonomi

Pada umumnya merupakan transformasi struktural yang didefinisikan sebagai suatu rangkain perubahan yang saling terkait satu sama lainnya dalam komposisi  permintaan agregat, perdangan luar negeri (ekspor dan impor), penawaran agregat (produksi dan penggunaan faktor – faktor produksi yang diperlukan guna mendukung proses  pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Ada dua teori utama yang umum digunakan dalam menganalisa perubahan struktur ekonomi:

  • Teori Arthur Lewis Membahas proses pembangunan ekonomi yang terjadi di pedesaan dan  perkotaan. Teori ini mengamsusikan perekonomian tradisional di pedesaan yang didominasi oleh sektor pertanian dan perekonomian modern di perkotaan dengan industri sebagai sektor utama.
  • Teori Horis Chenery ;Proses transformasi struktural akan mencapai tarafnya yang paling cepat  bila pergerseran pola permintaan domestik kearah output industri manufaktur diperkuat oleh  perubahan yang serupa dalam komposisi perdagangan luar negeri atau ekspor.

3. Jelaskan sejarah pertumbuhan ekonomi selama orde baru hingga saat ini

1) Perekonomian Indonesia pada Masa Orde Baru

Petengahan dasawarsa 60-an adalah masa suram bagi perekonomian Indonesia. Tingkat produksi dan investasi di berbagai sektor utama menunjukkan kemunduran semenjak tahun 1950. Pendapatan riil per kapita dalam tahun 1966 sangat mungkin lebih rendah dari pada dalam tahun 1938. Sektor industri yang menyumbangkan hanya sekitar 10% dari GDP dihadapkan pada masalah pengangguran kapasitas yang serius. Di awal dasawarsa tersebut defisit anggaran belanja negara mencapai 50% dari pengeluaran total negara, penerimaan ekspor sangat menurun, dan selama tahun 1964 – 1966 hiperinflasi melanda negara ini dengan akibat lumpuhnya perekonomian.

Setelah tahun 1966, pemerintahan Orde Baru memberi tekanan khusus pada produksi pangan (terutama beras) dan sandang, sedang modal asing didorong, terutama di sektor industri dan penerbangan. Menjelang tahun 1977 perekonomian Indonesia telah mengalami perubahan struktur secara cukup menyolok, sebagai akibat kebijaksanaan ekonomi pemerintah bersama – sama dengan kenaikan harga minyak.

Pada permulaan Orde Baru program pemerintah berorientasi pada usaha penyelamatan ekonomi nasional. Tindakan pemerintah ini dilakukan karena adanya kenaikan harga pada awal tahun 1966 yang menunjukkan tingkat inflasi kurang lebih 650 % setahun. Secara garis besar, upaya pemulihan struktur perekonomian dan pembangunan pada masa orde baru, pemerintah menempuh cara sebagai berikut :

  1. Pembangunan Nasional; Tujuan Pembangunan nasional adalah menciptakan masyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pelaksanaannya pembangunan nasional dilakukan secara bertahap yaitu:
  2. Kerja Sama Luar Negeri
  3. Stabilisasi dan Rehabilitasi Ekonomi; Stabilisasi ekonomi berarti mengendalikan inflasi agar harga barang-barang tidak melonjak terus dan rehabilitasi ekonomi adalah perbaikan secara fisik sarana dan prasarana ekonomi.
  4. Jangka panjang mencakup periode 25 sampai 30 tahun
  5. Jangka pendek mencakup periode 5 tahun (Pelita/Pembangunan Lima Tahun), merupakan jabaran lebih rinci dari pembangunan jangka panjang sehingga tiap pelita akan selalu saling berkaitan/berkesinambungan.
    Selama masa Orde Baru terdapat 6 Pelita, yaitu :

    1. Pelita I (1 April 1969 hingga 31 Maret 1974)

    Menitik beratkan pada sektor pertanian dan industri yang mendukung sektor pertanian. Tujuannya  adalah untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan dalam tahap berikutnya dengan sasaran dalam bidang pangan, sandang, Perbaikan prasarana,perumahan rakyat, perluasan lapangan kerja, dan kesejahteraan rohani.

    1. Pelita II (1 April 1974 hingga 31 Maret 1979.)

    Menitik beratkan pada sektor pertanian dengan meningkatkan insdutri  yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku. Sasaran utamanya   adalah tersedianya pangan, sandang,perumahan, sarana dan prasarana, mensejahterakan rakyat dan memperluas kesempatan kerja.

    1. Pelita III (1 April 1979 hingga 31 Maret 1984.)

    Menitik beratkan pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi.

    1. Pelita IV (1 April 1984 hingga 31 Maret 1989.)

    Titik beratnya adalah sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin industri sendiri. Terjadi resesi pada awal tahun 1980 yang berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan moneter dan fiskal sehingga kelangsungan pembangunan ekonomi dapat dipertahankan.

    1. Pelita V (1 April 1989 hingga 31 Maret 1994.)

    Titik beratnya pada sektor pertanian dan industri. Indonesia memiki kondisi ekonomi yang cukup baik dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6,8 % per tahun.

    1. Pelita VI (1 April 1994 hingga 31 Maret 1999.)

    Titik beratnya masih pada pembangunan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. Pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian menyebabkan rezim Orde Baru runtuh.

    2) Perekonomian Indonesia pada Masa Reformasi

    1. Presiden B. J Habibie

Pada  tanggal 14 dan 15 Mei 1997, nilai tukar baht Thailand terhadap dolar AS mengalami suatu goncangan sehingga mendepresiasikan nilai Baht sekitar 15% – 20% hingga mencapai nilai terendah, yakni 28,20 baht per dolar AS.

Apa yang terjadi di Thailand akhirnya merebet ke Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya. Rupiah Indonesia mulai merendah sekitar pada bulan Juli 1997, dari Rp 2.500 menjadi Rp 2.950 per dolar AS. Nilai rupiah dalam dolar mulai tertekan terus dan pada tanggal 13 Agustus 1997 rupiah mencapai rekor terendah, yakni Rp 2.682 per dolar AS sebelum akhirnya ditutup Rp 2.655 per dolar AS. Pada tahun 1998, antara bulan Januaru-Februari sempat menembus Rp 11.000 per dolar AS dan pada bulan Maret nilai rupiah mencapai Rp 10.550 untuk satu dolar AS.

Keadaan sistem ekonomi Indonesia pada masa pemerintahan transisi memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Kegoncangan terhadap rupiah terjadi pada pertengahan 1997, pada saat itu dari Rp 2500 menjadi Rp 2650 per dollar AS. Sejak masa itu keadaan rupiah menjadi tidak stabil.
  • Krisis rupiah akhirnya menjadi semakin parah dan menjadi krisis ekonomi yang kemudian memunculkan krisis politik terbesar sepanjang sejarah Indonesia.
  • Pada awal pemerintahan yang dipimpin oleh Habibie disebut pemerintahan reformasi. Namun, ternyata pemerintahan baru ini tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, sehingga kalangan masyarakat lebih suka menyebutnya sebagai masa transisi karena KKN semakin menjadi, banyak kerusuhan.

Langkah yang diambil oleh Habibie adalah:

  • Merekapitulasi perbankan dan menerapkan independensi Bank Indonesia agar lebih fokus mengurusi perekonomian.

Bank Indonesia adalah lembaga negara yang independent berdasarkan UU No. 30 Tahun 1999 Tentang Bank Indonesia. Dalam rangka mencapai tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah, Bank Indonesia didukung oleh 3 (tiga) pilar yang merupakan 3 (tiga) bidang utama tugas Bank Indonesia yaitu :

  1. Menetapkan dan melaksanakan kebijaksanaan moneter
  2. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
  3. Mengatur dan mengawasi BanMelikuidasi beberapa bank bermasalah.

Likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Pengertian lain adalah kemampuan seseorang atau perusahaan untuk memenuhi kewajiban atau utang yang segera harus dibayar dengan harta lancarnya

  • Menaikan nilai tukar rupiah

Selama lima bulan pertama tahun 1998, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berfluktuasi. Selama triwulan pertama, nilai tukar rupiah rata-rata mencapai sekitar Rp9200,- dan selanjutnya menurun menjadi sekitar Rp8000 dalam bulan April hingga pertengahan Mei. Nilai tukar rupiah cenderung di atas Rp10.000,- sejak minggu ketiga bulan Mei. Kecenderungan meningkatnya nilai tukar rupiah sejak bulan Mei 1998 terkait dengan kondisi sosial politik yang bergejolak. nilai tukar rupiah menguat hingga Rp. 6500 per dollar AS di akhir masa pemerintahnnya.

  • Mengimplementasikan reformasi ekonomi yang diisyaratkan oleh IMF.

2. Presiden Abdurahman Wahid

Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kondisi perekonomian Indonesia mulai mengarah pada perbaikan, di antaranya pertumbuhan PDB yang mulai positif, laju inflasi dan tingkat suku bunga yang rendah, sehingga kondisi moneter dalam negeri juga sudah mulai stabil. Hubungan pemerintah dibawah pimpinan Abdurahman Wahid dengan IMF juga kurang baik, yang dikarenakan masalah, seperti Amandemen UU No.23 tahun 1999 mengenai bank Indonesia, penerapan otonomi daerah (kebebasan daerah untuk pinjam uang dari luar negeri) dan revisi APBN 2001 yang terus tertunda.

Makin rumitnya persoalan ekonomi ditandai lagi dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cenderung negatif, bahkan merosot hingga 300 poin, dikarenakan lebih banyaknya kegiatan penjualan daripada kegiatan pembelian dalam perdagangan saham di dalam negeri.

Pada masa kepemimpinan presiden Abdurrahman Wahid pun, belum ada tindakan yang cukup berarti untuk menyelamatkan negara dari keterpurukan. Padahal, ada berbagai persoalan ekonomi yang diwariskan orde baru harus dihadapi, antara lain masalah KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), pemulihan ekonomi, kinerja BUMN, pengendalian inflasi, dan mempertahankan kurs rupiah. Malah presiden terlibat skandal Bruneigate yang menjatuhkan kredibilitasnya di mata masyarakat.

3. Presiden Megawati Soekarnoputri

Kebijakan-kebijakan yang ditempuh untuk mengatasi persoalan-persoalan ekonomi antara lain:

  • Meminta penundaan pembayaran utang sebesar US$ 5,8 milyar pada pertemuan Paris Club ke-3 dan mengalokasikan pembayaran utang luar negeri sebesar Rp 116.3 triliun.
  • Kebijakan privatisasi BUMN. Privatisasi adalah menjual perusahaan negara di dalam periode krisis dengan tujuan melindungi perusahaan negara dari intervensi kekuatan-kekuatan politik dan mengurangi beban negara. Hasil penjualan itu berhasil menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,1 %. Namun kebijakan ini memicu banyak kontroversi, karena BUMN yang diprivatisasi dijual ke perusahaan asing.
  • Di masa ini juga direalisasikan berdirinya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), tetapi belum ada gebrakan konkrit dalam pemberantasan korupsi. Padahal keberadaan korupsi membuat banyak investor berpikir dua kali untuk menanamkan modal di Indonesia, dan mengganggu jalannya pembangunan nasional.

4. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kebijakan yang dilakukan adalah mengurangi subsidi Negara Indonesia atau menaikkan harga Bahan Bahan Minyak (BBM), kebijakan bantuan langsung tunai kepada rakyat miskin akan tetapi bantuan tersebut di berhentikan sampai pada tangan rakyat atau masyarakat yang membutuhkan, kebijakan menyalurkan bantuan dana BOS kepada sarana pendidikan yang ada di Negara Indonesia. Akan tetapi pada pemerintahan SBY dalam perekonomian Indonesia terdapat masalah dalam kasus bank century yang sampai saat ini belum terselesaikan bahkan sampai mengeluarkan biaya 93 miliar untuk menyelesaikan kasus bank century ini.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh pesat di tahun 2010 seiring pemulihan ekonomi dunia pasca krisis global yang terjadi sepanjang 2008 hingga 2009. Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,5-6 persen pada 2010 dan meningkat menjadi 6 – 6,5 persen pada 2011. Sementara itu, pemulihan ekonomi global berdampak positif terhadap perkembangan sektor eksternal perekonomian Indonesia.

Kinerja ekspor nonmigas Indonesia yang pada triwulan IV – 2009 mencatat pertumbuhan cukup tinggi yakni mencapai sekitar 17 persen dan masih berlanjut pada Januari 2010. Salah satu penyebab utama kesuksesan perekonomian Indonesia adalah efektifnya kebijakan pemerintah yang berfokus pada disiplin fiskal yang tinggi dan pengurangan utang negara. Masalah-masalah besar lain pun masih tetap ada. Yaitu, pertumbuhan makro ekonomi yang pesat belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat secara menyeluruh.

5. Presiden Joko Widodo

Periode akhir 2014 saat Jokowi-JK menerima tongkat estafet pemerintahan dari Presiden Susil Bambang Yudhoyono (SBY), perekonomian Indonesia memang tidak sedang berada dalam kondisi terbaiknya. Limbungnya perekonomian global pada 2008 gara-gara krisis finansial di Amerika Serikat (AS) yang lantas menjalar ke berbagai negara. Hal itu menggembosi harga komoditas pertambangan, sektor yang sejak awal 2000-an menjadi motor utama penggerak ekonomi Indonesia. Akibatnya, perlambatan pertumbuhan ekonomi sejak 2012 tak tertahankan. Ekonomi yang pada 2014 terus turun ke level 5,02 persen pada 2015 kembali merosot ke level 4,79 persen, level terendah sejak 2009.

Hingga semester I 2016, ekonomi Indonesia perlahan mulai merangkak naik, menggapai level 5,04 persen. Dari beragam indikator, pertumbuhan ekonomi memang menjadi jangkar sekaligus wajah kinerja pemerintahan Jokowi-JK. Tahun ini pemerintah sebenarnya mematok target pertumbuhan ekonomi dalam APBN Perubahan 2016 sebesar 5,2 persen. Namun, angka itu sepertinya berat untuk diraih. Bahkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui bahwa angka realistis yang bisa dikejar adalah 5,1 persen.

Dalam dua tahun pertama pemerintahan maupun tiga tahun ke depan, pemerintah akan terus berfokus menggenjot pembangunan infrastruktur. Sebab, ketersediaan infrastruktur memang prasyarat untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Salah satu kebijakan paling signifikan yang dilakukan pemerintahan Jokowi-JK adalah mereformasi subsidi bahan bakar minyak (BBM). Anjloknya harga minyak memang menggerus penerimaan negara dari sektor migas. Tapi sekaligus menjadi berkah karena ikut menurunkan harga BBM. Jokowi-JK pun lantas memangkas subsidi solar. Bahkan, sama sekali menghilangkan subsidi untuk BBM jenis premium.

Meski awalnya mendapat tentangan di sana-sini, pertaruhan popularitas itu berbuah manis. Dari pemangkasan subsidi tersebut, pemerintah bisa mengantongi efisiensi hingga Rp 211,3 triliun. Dengan ruang fiskal itulah, pemerintah bisa bergerak lincah menyasar program pembangunan infrastruktur, kesehatan, hingga pendidikan. Berbagai indikator seperti angka kemiskinan, pengangguran, rasio Gini yang mencerminkan ketimpangan ekonomi, hingga inflasi memang berhasil ditekan. Namun, untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 7 persen yang diusung Jokowi-JK di awal masa pemerintahan, dibutuhkan kerja ekstrakeras.

4. Sebutkan dan jelaskan faktor – faktor yang menentukan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia

Secara garis besar, terdapat sedikitnya 2 (dua) faktor yang menentukan prospek pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Adapun kedua faktor tersebut adalah faktor internal dan eksternal.

  • Faktor Internal

Krisis ekonomi pada tahun 1998 yang disebabkan oleh buruknya fundamental ekonomi nasional, serta lambatnya proses pemulihan ekonomi nasional pasca  peristiwa tersebut menyebabkan banyak investor asing yang enggan (bahkan hingga sampai saat ini) menanamkan modalnya di Indonesia. Kemudian proses pemulihan serta perbaikan ekonomi nasional juga tidak disertai kestabilan politik dan keamanan yang memadai, penyelesaian konflik sosial , serta tidak adanya kepastian hukum.

Padahal faktor-faktor non ekonomi inilah yang merupakan aspek penting dalam menentukan tingkat resiko yang terdapat di dalam suatu Negara untuk menjadi dasar keputusan bagi para pelaku usaha atau investor terutama asing, untuk melakukan usaha atau menginvestasikan modalnya di Negara tersebut.

  • Faktor Eksternal

Kondisi perdagangan dan perekonomian regional serta dunia merupakan faktor eksternal yang sangat penting untuk mendukung proses pemulihan ekonomi di Indonesia. Sebab, apabila kondisi perdagangan dan perekonomian  Negara-negara tersebut terutama mitra Indonesia sedang melemah, maka akan  berdampak pula pada proses pemulihan yang akan semakin mengulur waktu dan akibatnya dapat menghambat kemajuan perekonomian di Indonesia.

Selain itu, terdapat juga faktor-faktor penentu lainnya dapat diklasifikasikan menjadi 2 macam, yaitu :

  • Faktor Ekonomi
  1. Faktor Sumber Daya Alam

Kehadiran tanah sebagai sumber atau tempat berkumpulnya kekayaan alam dapat menjadi bahan untuk produksi. Tanpa didukung kemampuan sumber daya manusia untuk mengolah, sumber daya alam saja tidak dapat menjamin suatu keberhasilan proses tersebut.

2. Faktor IPTEK

Perkembangan terhadap ilmu pengetahuan serta perkembangan teknologi yang semakin lama semakin pesat. Percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja dari menggunakan tangan manusia menjadi mesin-mesin canggih berdampak pada aspek efisiensi, kuantitas, serta kualitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang pada akhirnya akan berdampak pada percepatan laju pertumbuhan ekonomi.

3. Faktor Sumber Daya Modal

Sumber daya modal diperlukan oleh manusia sebagai pengolah SDA serta untuk meningkatkan kualitas IPTEK. Namun, alokasi dana atau modal harus  efektif dan tepat sasaran sehinga dapat dimanfaatkan secara maksimal.

  • Faktor Non Ekonomi

1. Faktor Budaya

Berfungsi sebagai pendorong  atau penghambat sebuah proses pembangunan. Budaya yang bisa mendorong suatu pembangunan ialah sikap kerja cerdas, kerja keras, ulet serta jujur dan sebagainya.

2. Faktor Politik

Kondisi politik yang stabil akan memberikan kenyaanan bagi para individu dan mendukung kinerja dalam produksi sehingga individu akan bebas berinovasi dan mengembangkan segala potensinya.

3. Faktor Sumber Daya Manusia

Sebagai pelaksana dalam segala bentuk aktivitas perekonomian, kualitas yang baik dari segi pemikiran atau pekerjaan akan menciptakan sebuah produktifitas dalam kinerja atau produksi yang terjadi. Selain itu dengan kualitas yang mereka miliki mampu meningkatkan pendapatan nasional yang dimiliki oleh suatu negara.

5. Apakah dari keseluruhan faktor penentu tersebut dapat berjalan dan berkembang sesuai dengan kebijakan pemerintah?

Seluruh faktor tersebut akan berjalan dan berkembang sesuai dengan kebijakan pemerintah. Karena tanpa adanya faktor-faktor tersebut, tidak ada yang dapat mendorong jalannya kebijakan pemerintah. Kebijakan yang mempercepat pertumbuhan adalah:

  • Kebijakan diversivikasi kegiatan ekonomi

Memodernkan kegiatan ekonomi yang ada dan mengembangkan kegiatan ekonomi yang baru. Kegiatan ekonomi yang baru ini diharapkan dapat mempercepat informasi kegiatan ekonomi tradisional ke  kegiatan ekonomi modern

  • Mengembangkan infrastruktur

Modernisasi pertumbuhan ekonomi memerlukan infrasturuktur yang modern pula. Berbagai kegiatan ekonomi memerlukan infrastruktur yang berkembang, seperti jalan, jembatan, lapangan terbang, pelabuhan, kawasan perindustrian, irigasi dan penyediaan air, listrik, dan jaringan telepon.

  • Meningkatkan tabungan dan investasi

Pendapatan masyarakat yang rendah menyebabkan tabungan masyarakat menjadi rendah. Padahal, pembangunan memerlukan tabungan yang besar untuk membiayai investasi yang dilakukan. Kekurangan investasi selalu dinyatakan sebagai salah satu sumber yang dapat menghambat pembangunan ekonomi. Oleh sebab itu, syarat penting yang perlu dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi adalah meningkatkan tabungan masyarakat

  • Meningkatkan taraf pendidikan masyarakat

Pendidikan merupakan satu investasi yang sangat berguna dalam pembangunan ekonomi. Individu yang memperoleh pendidikan tinggi cenderung akan memperoleh pendapatan yang lebih tingg. Jadi, semakin tinggi pendidikan maka semakin tinggi pula pendapatan yang diperoleh

  • Merumuskan dan melaksanakan perencanaan ekonomi

Kebijakan pemerintah yang konvensional yaitu kebijakan fiskal dan moneter tidak dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan. Untuk mengatasinya, pada tahap mula dari pembangunan ekonomi perencanaan pembangunan perlu dilakukan.

Melalui perencanaan pembangunan dapat pula ditentukan sejauh mana investasi swasta dan pemerintah perku dilakukan untuk mencapai suatu tujuan pertumbuhan yang telah ditentukan

6. Jelaskan perubahan struktur ekonomi dan dampaknya terhadap rakyat di Indonesia

Perubahan struktur ekonomi boleh dikatakan cukup pesat. Sejak tahun 1983 hingga krisis ekonomi, peran sektor-sektor primer (pertanian) cenderung menurun sedangkan sektor sekunder (seperti industri manufaktur; listrik, gas, dan air; serta kontruksi) dan sektor tersier (perdagangan, hotel, restoran, transportasi, komunikasi, bank, keuangan, dan kegiatan-kegiatan ekonomi lainnya) terus meningkat.

Pada sektor pertanian sendiri juga telah terjadi perubahan struktur ekonomi antar subsektor yang tidak seimbang dengan perubahan struktur pangsa penyerapan tenaga kerja. Beban penumpukan tenaga kerja yang terjadi saat ini pada sektor pertanian tidak terdistribusi dengan merata pada masing-masing subsektor, di mana hampir semuanya ditanggung subsektor tanaman pangan sehingga kondisi keluarga petani tanaman pangan semakin memprihatinkan.

Secara umum, telah terjadi perbaikan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan komposisi penduduk berpendidikan menengah ke atas semakin besar. Sebaliknya, komposisi penduduk dengan tingkat pendidikan sekolah dasar ke bawah berkurang. Namun, perbaikan kualitas sumber daya manusia tersebut tidak diikuti oleh adanya kemampuan dari pemerintah Indonesia untuk menciptakan kesempatan kerja sesuai dengan kualifikasi dari perbaikan kualitas sumber daya manusia tersebut. Proses perubahan struktur perekonomian di Indonesia ditandai dengan:

  • Merosotnya pangsa sektor primer (pertanian)
  • Meningkatnya pangsa sektor sekunder (industri)
  • Pangsa sektor jasa kurang lebih konstan, tetapi kontribusinya akan meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi

Perubahan yang terjadi pada struktur ekonomi tersebut memberikan dampak, baik positif maupun negatif terhadap rakyat Indonesia di antaranya:

Dampak Positif

  • Meningkatkan pendapatan perkapita
  • Meningkatkan kepercayaan rakyat untuk bisa berkembang
  • Meningkatnya keahlian
  • Meningkatkan SDM dan SDA
  • Pendidikan dapat diperbaiki
  • Mengurangi jumlah pengangguran
  • Munculnya lapangan pekerjaan
  • Melancarkan kegiatan ekonomi
  • Meningkatkan pendapatan nasional
  • Berkembang dengan pesatnya teknologi

Dampak Negatif

  • Pembangunan ekonomi tak terencana dengan baik sehingga mengakibatkan rusaknya lingkungan hidup
  • Pembangunan industri mengakibatkan lahan pertanian semakin berkurang
  • Berkurang atau menghilangnya habitat alam baik berupa hayati maupun hewani

7. Berikan contoh kasus yang terkait dengan PDB, pertumbuhan dan perubahan struktur ekonomi di Indonesia, sertakan analisis sesuai materi!

Indonesia GDP to Grow 5.1% in Q1

Tuesday, March 07, 2017

Indonesia’s economy may grow at a year-on-year rate of 5.1% in the first quarter of this year, slightly exceeding the central bank’s prediction, a senior economist has said.

At that rate, the country’s gross domestic product growth in the first three months would be in line with the government’s target for the full year, said Bank Mandiri chief economist Anton Gunawan, Antara reported

Bank Indonesia has predicted that the economy would grow at a rate below 5.05%.

“We have yet to arrive at the exact calculation, but more or less growth in first quarter tends to be pushed higher by the agricultural sector due to the harvest season in February and March,” he said in a press briefing on Monday.

So far, he said, there was improvement in growth in several industries, such as food processing, automotive and pharmaceuticals as well as in telecommunication and banking.

Stable private consumption and a slight improvement in exports would be major contributors to the economic activity in the first quarter, with some help in a small rise in public investment, the bank’s assessment shows.

Meanwhile, government spending typically remains slow in the first three months due to seasonal factors. It tends to increase in later quarters, according to the assessment.

The government predicts that Indonesia’s GDP will reach $9.1 trillion by 2045.

President Joko “Jokowi” Widodo said, he recently ordered the finance ministry to calculate the figure in order to predict the country’s standing over the next two decades, during which Indonesia’s population is expected to reach around 310 million.

Indonesia’s GDP rose by 5.02% last year, compared with 4.88% in 2015, according to the Central Statistics Agency.

Analysis:

Indonesia’s gross domestic product may grow slightly exceeding Bank Indonesia’s prediction in the first quarter of this year. Growth in first quarter tends to be pushed higher by the agricultural sector due to the harvest season in February and March. Stable private consumption and a slight improvement in exports would be major contributors to the economic activity in the first quarter.

Referensi

Both, Anne., & Peter McCawley. 1990. Ekonomi Orde Baru. Diterjemahkan oleh: Boediono. Jakarta: LP3S

http://belajarekonomiyukk.weebly.com/pertumbuhan-ekonomi.html (diakses pada 25 Maret 2017 pukul 15.50 WIB)

http://dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/publik/faktor-pertumbuhan-ekonomi (diakses pada 15 Maret 2017 pukul 14.37 WIB)

https://financialtribune.com/articles/world-economy/60922/indoensia-gdp-to-grow-51-in-q1 (diakses pada Selasa, 21 Maret 2017 pukul 17.31 WIB)

https://id.linkedin.com/pulse/sejarah-perekonomian-indonesia-ahmad-noormuhammad (diakses pada 9 Maret 2017 pukul 21:26 WIB)

http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/angka-ekonomi-makro/produk-domestik-bruto-indonesia/item253 (diakses pada 14 Maret 2017 pukul 10.07 WIB)

https://koinworks.com/blog/apa-itu-produk-domestik-bruto/ (diakses pada Rabu 8 Maret 2017 pukul 14:14 WIB)

http://manfaat.co.id/manfaat-pembangunan-ekonomi (diakses pada 25 Maret 2017 pukul 15.36 WIB)

http://www.academia.edu/11009416/PERTUMBUHAN_DAN_PERUBAHAN_STRUKTUR_EKONOMI (diakses pada 9 Maret 2017 pukul 00.31 WIB)

https://www.batampos.co.id/2016/10/17/dua-tahun-pemerintahan-jokowi-jk-ini-kondisi-ekonomi-indonesia/ (diakses pada 15 Maret 2017 pukul 12:20 WIB)

http://www.gurupendidikan.com/faktor-penentu-pertumbuhan-ekonomi-suatu-negara-jangka-panjang/ (diakses pada 12 Maret 2017 pukul 20.00 WIB)

https://www.scribd.com/doc/215164220/Perubahan-Struktur-Ekonomi-dalam-Peoses-Pembangunan (diakses pada 28 Maret 2017 pukul 08.45 WIB)

https://www.scribd.com/doc/239875700/Faktor-faktor-Penentu-Prospek-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia# (diakses pada 4 Maret 2017 pukul 09.22 WIB)

http://www.trendilmu.com/2017/01/dampak-positif-dan-negatif-pembangunan-ekonomi.html# (diakses pada 25 Maret 2017 pukul 15.40 WIB)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s