Koperasi

Standard
  1. Sejarah Perkembangan Koperasi

Mula-mula koperasi tumbuh pada awal abad ke 19, sebagai hasil usaha spontan yang dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai kemampuan ekonomi terbatas serta akibat penderitaan sosial ekonomi yang timbul dari sistem kapitalisme. Kemudian, mereka mempersatukan diri untuk menolong diri mereka sendiri, serta  ikut mengembangkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Selanjutnya, sejarah perkembangan koperasi di Indonesia dibagi menjadi 4 masa, yaitu:

  • Pada masa Belanda

Koperasi pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1896 oleh Raden Aria Wiriaatmaja atau Tirto Adisuryo, seorang Patih di Purwokerto, dengan mendirikan bank yang dikhususkan untuk menolong para pegawai agar tidak terjerat oleh para rentenir. Badan usaha yang dibentuk adalah Bank Penolong dan Tabungan (Hulp en Spaarbank). Koperasi yang pada awalnya hanya diperuntukkan bagi pegawai rendahan kemudian berkembang menjadi koperasi untuk sektor pertanian (Hulp spar en Landbouwcredit Bank) Dibantu oleh pejabat Belanda, pengembangan koperasi akhirnya menjadi program resmi pemerintah.

Sejalan dengan semangatnya pergerakan nasional, muncullah gerakan koperasi yang pada saat itu ditandai dengan  munculnya Keputusan Raja pada tanggal 7 April 1915 berkaitan dengan berlakunya peraturan mengenai koperasi (Verorderning op de Cooperatieve Vereeniging) yang berlaku baik bagi penduduk Eropa, Timur Asing maupun pribumi. Namun, karena peraturan itu merupakan terjemahan dari peraturan koperasi di Belanda maka koperasi seakan hanya diperuntukkan bagi orang-orang Belanda dan Cina. Hal ini mengingat dalam pendirian koperasi disyaratkan beberapa hal yang tidak bisa dipenuhi oleh penduduk pribumi yaitu (1) akte pendirian harus dibuat dengan perantaraan notaris yang tentu saja memerlukan biaya yang tidak sedikit; (2) biaya materai sekurang-kurangnya 50 gulden, dan (3) hak atas tanah harus diatur menurut aturan hukum Eropa.

Dalam wacana sistem ekonomi dunia, koperasi disebut juga sebagai the third way, atau jalan ketiga, istilah yang akhir-akhir ini dipopulerkan oleh sosiolog Inggris, Anthony Giddens, yaitu sebagai jalan tengah antara kapitalisme dan sosialisme.

Seorang pejabat pemerintah Belanda, yang kemudian menjadi sarjana ekonomi, Booke, juga menaruh perhatian terhadap koperasi. Atas dasar tesisnya mengenai dualisme sosial budaya masyarakat Indonesia antara sektor modern dan sektor tradisional, Booke menyimpulkan bahwa sistem usaha koperasi lebih cocok bagi kaum pribumi daripada bentuk badan-badan usaha kapitalis lainnya. Pandangan ini agaknya disetujui oleh pemerintah Hindia Belanda sehingga pemerintah kolonial mengadopsi kebijakan pembinaan koperasi. Walaupun koperasi tersebut berkembang pesat hingga tahun 1933-an, pemerintah Kolonial Belanda khawatir Koperasi akan dijadikan tempat pusat perlawanan.

  • Pada masa Jepang

Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 23 tahun 1942 yang antara lain menentukan bahwa untuk mendirikan perkumpulan dan mengadakan rapat harus minta ijin terlebih dahulu  pada  syuutjokan  (residen).  Dengan  undang-undang  maka  koperasi praktis tidak memiliki ruang gerak.

  • Pada masa kemerdekaan

Disebutkan bahwa perekonomian Indonesia disusun berdasarkan asas kekeluargaan. Sebagaimana diuraikan dalam penjelasan pasal 33, bangun usaha yang cocok dengan ayat itu adalah koperasi. Agar pengembangan koperasi bisa lebih sejalan dengan pasal 33 akhirnya dilakukan reorganisasi di mana jawatan (departemen) yang mengurusi koperasi dipisahkan dari jawatan koperasi dan perdagangan dalam negeri. Urusan koperasi diserahkan sepenuhnya kepada   jawatan koperasi

Akhir tahun 1958 dikeluarkan undang-undang tentang perkoperasian dengan mendasarkan diri kepada UUD sementara pasal 38. Karena masih mengacu pada pasal 38 UUD Sementara maka sering dikatakan bahwa jiwa dari Undang-undang tentang koperasi itu dianggap bertolak belakang, sehingga koperasi yang berdiri merupakan koperasi yang masih bersemangat liberal dan setengah revolusioner

  • Setelah orde baru

Pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari itu kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia. Bung Hatta meneruskan tradisi pemikiran ekonomi sebelumnya.  Walaupun ia sering mengaitkan koperasi dengan nilai dan lembaga tradisional gotong-royong, namun persepsinya tentang koperasi adalah sebuah organisasi ekonomi modern yang berkembang di Eropa Barat.

Bagi Bung Hatta, koperasi bukanlah sebuah lembaga yang antipasar atau nonpasar dalam masyarakat tradisional. Koperasi, baginya adalah sebuah lembaga self-help lapisan masyarakat yang lemah atau rakyat kecil untuk bisa mengendalikan pasar.  Karena  itu,  koperasi  harus  bisa  bekerja  dalam  sistem  pasar dengan   cara menerapkan prinsip efisiensi.

Menurut Bung Hatta, tujuan koperasi bukanlah mencari laba yang sebesar- besarnya, melainkan melayani kebutuhan bersama dan wadah partisipasi pelaku ekonomi skala kecil. Tapi, bukan berarti bahwa koperasi itu identik dengan  usaha skala kecil. Koperasi bisa pula membangun usaha skala besar berdasarkan modal yang bisa dikumpulkan dari anggotanya, baik anggota koperasi primer maupun anggota koperasi sekunder.

Contohnya adalah industri tekstil yang dibangun oleh GKBI (Gabungan Koperasi Batik Indonesia) dan berbagai Koperasi batik primer lainnya. Karena kedudukannya yang cukup kuat dalam konstitusi, maka tidak sebuah pemerintah pun berani meninggalkan kebijakan dan program pembinaan koperasi. Semua partai politik, dari dulu hingga kini, dari Masyumi hingga PKI, mencantumkan koperasi sebagai program utama. Hanya saja kantor menteri negara dan departemen koperasi baru lahir di masa Orde Baru pada akhir dasarwarsa 1970-an.

Karena itu, gagasan sekarang untuk menghapuskan departemen koperasi dan pembinaan usaha kecil dan menengah bukan hal yang mengejutkan karena sebelum Orde Baru tidak dikenal kantor menteri negara atau departemen koperasi. Bahkan, kabinet-kabinet yang dipimpin oleh Bung Hatta sendiri pun tidak ada departemen atau menteri negara yang  khusus membina Koperasi.

  1. Definisi Koperasi
  • Menurut Arifinal Chaniago

Koperasi adalah suatu perkumpulan beranggotakan orang-orang atau badan hukum, yang memberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.

  • Menurut Moh. Hatta

Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong. Semangat tolong menolong tersebut didorong oleh keinginan memberi jasa kepada kawan berdasarkan prinsip seorang buat semua dan semua buat seorang.

  • Menurut UU No. 25 1992

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat, yang beradasarkan atas azas kekeluargaan.

  1. Tujuan Koperasi

Berdasarkan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992, tujuan koperasi adalah :

  • Memajukan kesejahteraan anggota koperasi dan masyarakat (Mempromosikan kesejahteraan anggota Koperasi dan masyarakat).
  • Berpartisipasi dalam membangun tatanan perekonomian nasional (Berpartisipasi dalam membangun tatanan perekonomian nasional) dalam rangka menciptakan masyarakat yang sejahtera, adil dan dikembangkan dengan masih berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Selain itu, berdasarkan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 25 taun 1992, tujuan koperasi adalah:

  • Membangun dan Mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggotanya pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
  • Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahan   perekonomian nasional dengan koperasi sebagai kopegurunya.
  • Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
  • Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan asas kekluargaan dan demokrasi ekonomi.

Sedangkan Menurut Moh. Hatta, tujuan koperasi bukanlah mencari laba yang sebesar-besarnya, melainkan melayani kebutuhan bersama dan wadah partisipasi pelaku ekonomi skala kecil.

  1. Prinsip-Prinsip Koperasi

Berdasarkan UU No 25 Tahun 1992, prinsip-prinsip koperasi adalah sebagai berikut:

  • Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka

Maksud dari keanggotaan bersifat sukarela adalah setiap anggota secara sukarela memberikan modalnya sendiri-sendiri untuk digabungkan sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Sedangkan maksud dari keanggotaan bersifat terbuka adalah terbuka untuk siapa saja yang mau menjadi anggota koperasi tersebut

  • Pengelolaan dilakukan secara demokratis

Setiap anggota bebas berpendapat namun tetap memakai aturan yang jelas sesuai dengan prinsip koperasi

  • Pembagian sisa hasil usaha (SHU) dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota

SHU merupakan jasa dan modal dari masing-masing anggota yang dibagi secara tunai kepada setiap anggota. Anggota merupakan investor atas jasa modal sekaligus pemilik jasa sebagai pemilik/pelanggan.

  • Pemberian balas jasa yang terbatas pada modal

Pemberian balas jasa dilihat dari banyaknya modal anggota itu sendiri. Jika hanya ada sedikit modal maka balas jasa menjadi sedikit, begitu juga sebaliknya

  • Kemandirian

Setiap anggota mempunyai peran, tugas, dan tanggung jawab masing-masing atas setiap usaha itu sendiri serta dituntut untuk berperan aktif dalam upaya meningkatkan kualitas dan dapat mengelola koperasi dan juga usaha itu sendiri.

  • Pendidikan Perkoperasian

Memberikan bekal kemampuan bekerja setelah mereka terjun dalam masyarakat karena selain sebagai makhluk sosial, manusia juga merupakan makhluk individu sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhannya masing-masing.

  • Kerjasama antar koperasi

Untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama sekaligus mewujudkan kesejahteraan koperasi tersebut

  1. Dasar Hukum Pembentukan Koperasi
  • Undang-undang No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian
  • Peraturan Pemerintah No. 4 tahun 1994 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengesahan Akta Pendirian dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi
  • Peraturan Pemerintah No. 17 tahun 1994 tentang Pembubaran Koperasi oleh Pemerintah
  • Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 1995 tentang Pelaksanaan Kegiatan Simpan Pinjam oleh Koperasi
  • Peraturan Pemerintah No. 33 tahun 1998 tentang Modal Penyertaan pada Koperasi
  • Surat Keputusan Menteri Negara Koperasi dan PPK No. 36/Kep/MII/1998 tentang Pedoman Pelaksanaan Penggabungan dan Peleburan Koperasi
  • Surat Keputusan Menteri Negara Koperasi dan PKM No. 19/KEP/Meneg/III/2000 tentang Pedoman kelembagaan dan Usaha Koperasi
  • Peraturan Menteri No. 01 tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembentukan, Pengesahan Akta Pendirian dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi.

Referensi:
http://www.landasanteori.com/2015/10/sejarah-koperasi-di-indonesia-masa.html (Diakses pada hari Kamis, 5 Oktober 2017 pukul 13.22 WIB)

http://www.pengertianahli.com/2013/09/pengertian-koperasi-menurut-para-ahli.html (Diakses pada hari Kamis, 5 Oktober 2017 pukul 13.28 WIB)

http://www.dosenpendidikan.com/7-pengertian-jenis-fungsi-dan-tujuan-koperasi/ (Diakses pada hari Kamis, 5 Oktober 2017 pukul 13.34 WIB)

http://budisma.net/2015/11/pengertian-prinsip-dan-tujuan-koperasi.html (Diakses pada hari Kamis, 5 Oktober 2017 pukul 13.40 WIB)

http://kopma.uns.ac.id/?p=394 (Diakses pada hari Kamis, 5 Oktober 2017 pukul 13.47 WIB)

http://dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/koperasi/dasar-hukum-koperasi (Diakses pada hari Kamis, 5 Oktober 2017 pukul 14.19 WIB)

https://vanillacho12.wordpress.com/2013/10/19/dasar-dasar-hukum-koperasi-indonesia/ (Diakses pada hari Kamis, 5 Oktober 2017 pukul 14.40 WIB)

Advertisements

Sektor Pertanian

Standard

Kelompok 1:
Diah Pramasti (21216955)
Fajar Oktavaria N. (22216562)
Hastika Aulia Firdhausya (27216973)
Rizky Akbar (26216592)
Widi Fadila W.P (27216625)

Kelas: 1EB19

Mata Kuliah: Perekonomian Indonesia#

  1. Sektor Pertanian di Indonesia

Sektor pertanian merupakan salah satu tulang punggung dalam pembangunan perekonomian nasional. Selain mampu menyerap tenaga kerja, sektor pertanian juga berperan penting dalam pembentukan PDB, penerimaan devisa, penyediaan pangan, pengentasan kemiskinan, perbaikan pendapatan masyarakat, bahkan pembentuk budaya bangsa dan penyeimbang ekosistem.

Peran Sektor Pertanian dalam Kehidupan

  • Menyediakan kebutuhan pangan penduduk
  • Menyerap tenaga kerja
  • Pemasok bahan baku industri
  • Sumber penghasil devisa

Sub Sektor Pertanian

1) Tanaman Pangan

  • Biasanya diusahakan oleh rakyat, bukan oleh pengusaha atau pemerintah.
  • Komoditas: padi, jagung, ketela, kacang tanah, kedelai, sayuran dan buah-buahan

2) Perkebunan

  • Perkebunan rakyat: diusahakan sendiri oleh rakyat, skala kecil, teknologi budidaya sederhana. Hasil: karet, kopra, teh, kopi, tembakau, cengkeh, kapas, dan rempah-rempah
  • Perkebunan besar: dijalankan oleh perusahaan perkebunan berbadan hukum. Hasil: karet, teh, kopi, kelapa sawit, coklat, kina, tebu, rami, dan berbagai serat.

Continue reading

PDB, Pertumbuhan, dan Perubahan Struktur Ekonomi

Standard

Kelompok 1:
Diah Pramasti (21216955)
Fajar Oktavaria (22216562)
Hastika Aulia Firdhausya (27216973)
Rizky Akbar (26216592)
Widi Fadila W.P (27216625)

Kelas: 1EB19

Mata Kuliah: Perekonomian Indonesia#

  1. Jelaskan tentang produk domestik bruto, berikan contoh yang berkaitan dengan PDB!

PDB atau Produk Domestik Bruto dalam bahasa internasional disebut juga GDP atau Gross Domestic Product. Menurut para ahli, PDB dapat diartikan bahwa jumlah produksi baik barang atau jasa yang telah dihasilkan oleh unit produksi di suatu daerah pada saat tertentu. Menurut Gregory Mankiw, pengertian Produk Domestik Bruto terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Seluruh pengeluaran untuk barang jadi dan jasa yang diproduksi dalam negeri,atau
  • Seluruh pendapatan yang dihasilkan oleh seluruh pemilik faktor produksi dalam negeri.

Produk Domestik Bruto (PDB) pada umumnya digunakan sebagai:

  • Indikator baik buruknya perekonomian negara
  • Tolak ukur kesejahteraan masyarakat
  • Bagi para ekonom, ahli statistika, dan wartawan, dapat digunakan sebagai proyeksi pertumbuhan & perkembangan ekonomi
  • Walaupun perhitungan pendapatan nasional bukan merupakan ilmu yang pasti, dapat memberikan informasi kinerja ekonomi serta bagaimana produksi/pendapatan dihasilkan dan pengeluaran dialokasikan
  • Mengukur produktivitas suatu negara

PDB terdiri atas empat komponen, yaitu:

  • Konsumsi Privat (Private Consumption); menghitung konsumsi dari individu atau rumah tangga untuk beberapa jenis barang seperti;
  1. Durable Goods yakni barang yang memiliki yang relatif panjang (lebih dari 3 tahun). Contoh: motor, mobil, elektronik dan lain-lain tapi tidak termasuk untuk pembelian rumah baru.
  2. Non-Durable Goods yakni barang yang langsung dikonsumsi dan habis manfaatnya. Contoh, makanan, minuman, sepatu dan lain-lain.
  3. Service yakni konsumsi untuk jasa. Contoh, jasa dokter.
  • Investasi (Investment); menghitung suatu pengeluaran untuk barang modal. Contoh: pembelian rumah, membangun pabrik baru, program baru dan berbagai jenis investasi lainnya.
  • Pengeluaran Pemerintah (Government Spending); menghitung semua pengeluaran yang Pemerintah lakukan. Contoh: membayar gaji PNS atau pegawai pemerintah, membeli peralatan militer, membangun jalan dan lain-lain.
  • Ekspor Bersih (Net Export); menghitung selisih yang didapat dari Total Ekspor dikurangi Total Impor.

Rumus Mencari PDB

PDB = C + I + G + (X-M)

Continue reading

Pengaruh MEA Terhadap Ketenagakerjaan di Indonesia

Standard

I. Pendahuluan

Pertumbuhan ekonomi suatu negara merupakan hal yang sangat penting untuk dicapai karena setiap negara menginginkan adanya proses perubahan perekonomian yang lebih baik dan pertumbuhan ekonomi akan menjadi indikator keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu faktor sumber daya manusia, faktor sumber daya alam, faktor ilmu pengetahuan dan teknologi, faktor  budaya, dan faktor daya modal.

Indonesia belum dapat memaksimalkan kelima faktor tersebut walaupun tercatat sebagai negara pemilik sumber daya alam paling berlimpah dan jumlah penduduk paling banyak di antara negara-negara di Asia Tenggara, yakni sekitar 250 juta orang atau 40 persen dari total penduduk ASEAN.

Hal tersebut menjadi alasan Indonesia untuk membentuk ASEAN Economic Community (AEC) 2015 atau lebih dikenal dengan istilah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 bersama sembilan negara anggota ASEAN lainnya.

MEA – Masyarakat Ekonomi ASEAN – adalah pola integrasi ekonomi ASEAN (Association of South East Asian Nation) di mana adanya perdagangan bebas (free trade) antar negara-negara anggota ASEAN yang telah disepakati bersama untuk mengubah ASEAN menjadi kawasan yang stabil, makmur, dan sangat kompetitif. MEA merupakan realisasi tujuan akhir dari integrasi ekonomi yang tercantum dalam Visi ASEAN 2020 yang tercetus dalam KTT ke-2 ASEAN tahun 1997.

Dengan dimulainya MEA maka seluruh negara anggota ASEAN harus meleburkan batas teritori masing-masing negara dalam sebuah pasar bebas, tak terkecuali Indonesia. Terdapat lima hal yang tidak boleh dibatasi peredarannya yaitu, arus barang, arus jasa, arus modal, arus investasi dan arus tenaga kerja terdidik/profesional.

 II. Isi

Tenaga kerja mencakup penduduk yang sudah atau sedang bekerja, yang sedang Continue reading

Bauran Pemasaran: BITES (Nasi Isi Ayam)

Standard

Anggota kelompok:

  1. Atika Heni P. (21216178)
  2. Hastika Aulia F. (27216973)
  3. Lidia Oktaviani (24216042)
  4. Putri Estiningrum (25216850)
  5. Tia Aryani (27216373)
  6. Widi Fadila W.P. (27216625)

Product (Produk)

  • Produk yang dijual adalah “BITES”.
  • Makanan ini merupakan makanan yang sederhana dan praktis karena hanya dengan membuka kemasan, makanan dapat langsung dimakan
  • Cocok sekali untuk orang yang enggan membawa bekal.
  • BITES memiliki 5 varian rasa yaitu:
    1. Ayam kecap
    2. Ayam balado
    3. Ayam rujak
    4. Ayam rendang
    5. Ayam opor

Price (Harga)

Rp 10.000 per pcs untuk semua varian rasa.

Place (Tempat)

  • Diproduksi dan didistribusi di Jl. Prambanan 7 No. 16, RT 01 RW 008 Rawalumbu Utara, Bekasi Timur.
  • Distribusi lainnya dilakukan dengan mendatangi beberapa sekolah, diantar menggunakan jasa Go-jek, dan dapat diambil langsung di rumah oleh konsumen.

Promotion (Promosi)

  1. Personal Selling

Penjual menawarkan langsung secara lisan & bertatap muka kepada konsumen.

  1. Word Of Mouth (mulut ke mulut)

Konsumen memperkenalkan BITES kepada konsumen lain.

  1. Media Sosial

Penjual memperkenalkan & menjual BITES melalui akun instagram @BITESfood .

  1. Brosur

Alur Ilustrasi Majestyk Bakery & Cake Shop

Standard

Pemeran:

  1. Atika Heni P. (21216178) sebagai pelayan 1
  2. Hastika Aulia F. (27216973) sebagai kasir
  3. Lidia Oktaviani (24216042) sebagai pelayan 2
  4. Putri Estiningrum (25216850) sebagai pelanggan 1
  5. Tia Aryani (27216373) sebagai pelanggan 2
  6. Widi Fadila W.P. (27216625) sebagai pelanggan 3

Alur ilustrasi:

Pada suatu hari di Toko Roti dan Kue, Majestyk, datanglah 3 pelanggan yang ingin membeli roti. Kedatangan ketiga pelanggan tersebut disambut oleh seorang pelayan di pintu masuk dengan senyuman yang ramah sambil mengatakan ”Selamat datang di Majestyk! Selamat belanja!”. Ketiga pelanggan tersebut merespon dengan senyum.

Sesampainya di meja tempat roti-roti dijual, para pelanggan mulai memilih-milih roti. Sayang, roti yang diinginkan pelanggan tidak tersedia di display. Tidak lama kemudian, datang seorang pelayan yang menawarkan bantuan. Mereka menanyakan ketersediaan roti yang mereka inginkan. Pelayan tersebut kemudian pergi untuk mencari roti yang diinginkan pelanggan tersebut. Ternyata, roti yang diinginkan pelanggan tersebut juga tidak ada di dapur. Mereka memutuskan untuk membeli roti yang tersedia di display.

Setelah memilih roti, mereka berjalan menuju kasir sambil membawa roti yang akan mereka beli untuk membayar. Setelah kasir menghitung total pembelian, kasir menawarkan suatu promo yaitu beli 1 pcs roti tawar akan mendapat gratis 1 buah cup cake. Pelanggan tertarik dan memutuskan untuk membeli roti tawar. Kasir memberi kode kepada pelayan untuk mengambil roti tawar dan cup cake.

Setelah pelayan datang membawa roti tawar dan cup cake, kasir kembali menghitung total pembelian mereka. Karena tidak membawa uang tunai, pelanggan membayar menggunakan kartu kredit. Setelah transaksi selesai, kasir memberikan satu kantong plastik berisi roti-roti yang mereka beli dan tidak lupa kasir mengucapkan terima kasih kepada pelanggan tersebut.

Selesai membeli roti, mereka pulang dan kembali disambut oleh pelayan dengan senyum sambil mengatakan “Terima kasih, Kak. Selamat datang kembali!”